Follow Us:

Ternyata Istilah Sehari-Hari dalam Bahasa Indonesia Berasal dari Bahasa Mandarin!


Halo, Sobat Lentera! 

Bahasa merupakan salah satu aspek kaya akan budaya suatu bangsa. Dalam perjalanan sejarahnya, bahasa seringkali mengalami perubahan dan pengaruh dari berbagai sumber. Begitu pula dengan Bahasa Indonesia, yang kaya akan kosakata yang mencerminkan interaksi dengan berbagai budaya, termasuk pengaruh dari Bahasa Mandarin! Berikut adalah sebagian istilah sehari-hari dalam Bahasa Indonesia yang tanpa kita ketahui ternyata berasal dari Bahasa Mandarin.

  1. Kongsi (Bahasa Indonesia) – 共事 (Bahasa Mandarin):

Istilah “kongsi” dalam Bahasa Indonesia digunakan untuk menyatakan kerjasama. Biasanya kata ini digunakan dalam suatu kerjasama perusahaan atau pembuatan proyek. Kata ini berasal dari “共事” (gòngshì) dalam Bahasa Mandarin yang memiliki makna yang serupa.

Contoh: “Baik, kami akan melakukan kongsi dagang dengan PT. Makmur”. 

Istilah ini biasanya digunakan dalam konteks formal. 

  1. Kwetiau (Bahasa Indonesia) – 粿条 (Guǒtiáo) (Bahasa Mandarin):

Istilah “kwetiau” dalam Bahasa Indonesia digunakan untuk merujuk kepada mi berwarna putih dan lebar yang biasanya digunakan dalam hidangan Tionghoa seperti kwetiau goreng atau kwetiau siram. Kata ini diambil dari Bahasa Mandarin “粿条” (Guǒtiáo), yang juga merujuk kepada mi jenis tersebut.

Contoh: “Bro, makan kwetiau abang-abang yuk!” 

Kalau kwetiau abang-abang, biasanya berwarna coklat kan ya? 

  1. Angpao (Bahasa Indonesia) – 红包 (Hóngbāo) (Bahasa Mandarin):

Istilah “angpao” dalam Bahasa Indonesia digunakan untuk merujuk kepada amplop berisi uang yang biasanya diberikan sebagai hadiah pada perayaan-perayaan seperti Imlek atau perayaan keagamaan lainnya. Kata ini diambil dari Bahasa Mandarin “红包” (Hóngbāo), yang secara harfiah berarti “amplop merah”.

Contoh: “Wih, yang baru dapet angpao dari bos”. 

Biasanya istilah ini digunakan dalam berbagai konteks untuk menyebutkan bahwa seseorang menerima amplop berisi uang. 

Kalau kita coba untuk menggali akar bahasa Indonesia, maka seringkali menemukan jejak-jejak yang menghubungkannya dengan berbagai budaya dan bahasa lainnya. Pengaruh Bahasa Mandarin dalam Bahasa Indonesia adalah salah satu contoh yang menarik bagaimana budaya-budaya berinteraksi dan saling memengaruhi satu sama lain. Ini bukan hanya sekadar pengayaan kosakata, tetapi juga cerminan dari hubungan yang telah terjalin selama berabad-abad antara Indonesia dan Tiongkok.

Ingin mengetahui informasi menarik seperti ini? Simak terus website dan media sosial Lenterabasa!

© 2023 Lenterabasa