Follow Us:

Satu Bahasa Isyarat untuk Seluruh Dunia? Ternyata Kita Salah Besar!

Banyak orang mengira bahasa isyarat itu universal. Logikanya sederhana, kalau sama sama pakai gerakan tangan, harusnya bisa dipahami di mana saja, kan? Tapi kenyataannya justru sebaliknya. Bahasa isyarat di dunia itu beragam, bahkan bisa berbeda total antarnegara.

Kesalahpahaman ini cukup umum, terutama bagi yang belum pernah berinteraksi langsung dengan komunitas Tuli. Padahal, seperti bahasa lisan, bahasa isyarat juga punya “versi” masing masing yang berkembang sesuai budaya dan sejarahnya.

Bahasa Isyarat Itu Bahasa, Bukan Sekadar Gerakan

Bahasa isyarat bukan sekadar kumpulan gestur atau simbol acak. Ia punya struktur, tata bahasa, dan aturan yang kompleks, sama seperti bahasa lisan pada umumnya. Bahkan, urutan kata dalam bahasa isyarat bisa berbeda jauh dari bahasa yang digunakan di negara tersebut.

Karena itulah, bahasa isyarat tidak bisa disamakan hanya karena sama sama menggunakan tangan. Setiap bahasa isyarat punya cara sendiri dalam menyampaikan makna, emosi, dan konteks.

Setiap Negara Punya Versinya Sendiri

Di Amerika ada American Sign Language (ASL), di Inggris ada British Sign Language (BSL), dan di Indonesia ada BISINDO. Menariknya, ASL dan BSL saja sudah berbeda jauh, meskipun kedua negara sama sama menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa lisan.

Perbedaan ini muncul karena bahasa isyarat berkembang secara lokal, dipengaruhi oleh komunitas, pendidikan, dan sejarah masing masing negara. Jadi, tidak ada satu “standar global” yang digunakan semua orang.

Bahkan Satu Negara Bisa Punya Variasi

Tidak hanya antarnegara, variasi juga bisa terjadi dalam satu negara. Di Indonesia misalnya, ada perbedaan penggunaan antara BISINDO dan SIBI, yang masing masing punya pendekatan berbeda dalam komunikasi.

Hal ini menunjukkan bahwa bahasa isyarat benar benar hidup dan berkembang seperti bahasa lainnya. Ia tidak statis, tapi terus berubah mengikuti kebutuhan penuturnya.

Kenapa Tidak Dibuat Satu Bahasa Global Saja?

Mungkin muncul pertanyaan, kenapa tidak dibuat satu bahasa isyarat internasional supaya semua orang bisa saling memahami? Secara konsep terdengar praktis, tapi dalam kenyataannya tidak sesederhana itu.

Bahasa sangat berkaitan dengan identitas dan budaya. Memaksakan satu sistem global justru bisa menghilangkan keunikan dan konteks lokal yang sudah terbentuk selama bertahun tahun.

Ada Bahasa Isyarat Internasional, Tapi…

Memang ada yang disebut International Sign, biasanya digunakan dalam forum global atau pertemuan internasional. Tapi ini bukan bahasa ibu bagi siapa pun, melainkan semacam “bahasa campuran” yang disederhanakan.

Penggunaannya pun terbatas dan tidak sedalam bahasa isyarat lokal. Jadi, meskipun membantu komunikasi lintas negara, International Sign bukan pengganti bahasa isyarat yang sebenarnya.

Jadi, Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Kesadaran bahwa bahasa isyarat itu beragam bisa membuka cara pandang kita tentang bahasa secara umum. Tidak semua hal bisa diseragamkan, dan justru di situlah kekayaan komunikasi manusia. Memahami ini juga berarti kita lebih menghargai komunitas Tuli dan cara mereka berinteraksi. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tapi juga bagian dari identitas.

Pada akhirnya, anggapan bahwa bahasa isyarat itu satu untuk seluruh dunia memang terdengar logis, tapi ternyata jauh dari kenyataan. Justru keberagamannya menunjukkan betapa luas dan dinamisnya cara manusia berkomunikasi. Jangan lupa cek artikel menarik lainnya di lenterabasa.com buat nambah insight seru seputar bahasa dan budaya!

© 2023 Lenterabasa