Follow Us:

Culture Shock! Sekolah di Prancis Banyak Liburnya!

Bayangin kamu baru pindah sekolah ke Prancis. Masih adaptasi bahasa, masih belajar sistemnya, eh tiba tiba diumumin libur lagi. Belum lama masuk, sudah vacances. Buat orang Indonesia yang terbiasa dengan kalender sekolah yang padat, ini bisa jadi culture shock tersendiri.

Sekolah di Prancis memang terkenal punya jadwal libur yang cukup sering, terutama karena sistem libur per musim. Tapi ini bukan berarti mereka santai santai tanpa arah. Justru, ada filosofi pendidikan dan cara pandang terhadap hidup yang berbeda di baliknya.

Libur Musim Itu Hal Biasa

Di Prancis, satu tahun ajaran dibagi oleh beberapa periode belajar yang biasanya dipisahkan oleh libur sekitar dua minggu. Ada libur musim gugur, musim dingin, musim semi, dan tentu saja libur musim panas yang cukup panjang. Bagi pelajar Indonesia, dua minggu libur di tengah semester mungkin terasa seperti bonus besar. Tapi di sana, itu sudah sistem. Sekolah memang dirancang mengikuti ritme musim dan keseimbangan hidup.

Sekolah Tetap Serius, Tapi Ritmenya Berbeda

Meski liburnya terlihat banyak, jam belajar di Prancis cukup intens. Dalam satu minggu, siswa bisa memiliki jadwal yang padat, bahkan sampai sore. Tugas dan evaluasi juga tidak main main. Jadi sebenarnya bukan berarti lebih santai, tapi lebih terstruktur. Waktu belajar difokuskan dengan serius, lalu benar benar diberi jeda untuk istirahat total.

Keseimbangan Hidup Itu Penting

Salah satu hal yang terasa di Eropa, termasuk Prancis, adalah pentingnya work life balance, bahkan sejak usia sekolah. Libur dianggap penting untuk menjaga kesehatan mental, waktu bersama keluarga, dan eksplorasi di luar kelas. Banyak keluarga memanfaatkan libur untuk traveling, mengunjungi keluarga, atau sekadar menikmati waktu bersama. Pendidikan tidak hanya dilihat dari nilai akademik, tapi juga pengalaman hidup.

Adaptasi Buat Pelajar Internasional

Bagi pelajar asing, sistem ini bisa terasa aneh di awal. Ada yang senang karena punya waktu istirahat lebih banyak. Ada juga yang bingung karena ritme belajar terasa berbeda. Namun setelah beberapa waktu, banyak yang justru menikmati pola ini. Tubuh dan pikiran terasa lebih segar saat kembali ke kelas setelah jeda yang cukup.

Jadi, Lebih Enak atau Tidak?

Jawabannya relatif. Buat yang terbiasa dengan sistem minim libur, ini mungkin terasa terlalu longgar. Tapi buat yang menghargai keseimbangan dan ritme alami, sistem ini terasa manusiawi. Culture shock itu wajar. Tapi sering kali, dari perbedaan seperti inilah kita belajar bahwa tidak ada satu sistem yang paling benar. Setiap negara punya cara sendiri dalam mendidik generasinya. Dan siapa tahu, setelah merasakan sekolah dengan banyak vacances, kamu jadi sadar bahwa istirahat juga bagian penting dari proses belajar. Cek artikel menariknya di lentebasa.com, ya!

© 2023 Lenterabasa