Follow Us:

Kok Bahasa Spanyol dan Meksiko Mirip Saat Digunakan?

Kalau kamu lagi nonton pertandingan sepak bola dan lihat tim Meksiko main, mungkin kamu sempat mikir, “Kok nama pemainnya kayak orang Spanyol semua, ya?” Nama-nama seperti Hernández, García, atau Rodríguez terdengar sangat identik dengan Spanyol, padahal para pemainnya jelas berasal dari Meksiko. Fenomena ini bukan kebetulan, karena bahasa dan sistem penamaan di Meksiko memang berasal dari warisan sejarah Spanyol, meskipun kemudian berkembang dengan ciri khasnya sendiri.

Akar Sejarah yang Sama

Bahasa Spanyol di Meksiko berasal langsung dari Spanyol. Saat penjajahan pada abad ke-16, bangsa Spanyol membawa bahasa mereka ke wilayah Amerika Latin, termasuk Meksiko. Sejak saat itu, bahasa Spanyol menjadi bahasa administrasi, pendidikan, dan komunikasi utama. Karena fondasinya sama, struktur tata bahasa dan kosakata dasarnya tetap serupa hingga sekarang.

Namun, seiring waktu, bahasa Spanyol di Meksiko berkembang mengikuti konteks lokal. Pengaruh budaya asli seperti Nahuatl dan bahasa pribumi lain ikut menyumbang kosakata baru. Meski begitu, kerangka bahasanya tidak berubah drastis, sehingga penutur dari Spanyol dan Meksiko tetap bisa saling memahami.

Perbedaan Ada di Aksen dan Intonasi

Salah satu perbedaan paling terasa ada di aksen. Spanyol dari Spanyol, terutama dari Madrid, dikenal dengan pengucapan “th” pada huruf c dan z. Sementara di Meksiko, pengucapan huruf tersebut terdengar seperti “s”. Buat pendengar awam, ini sering jadi penanda utama perbedaan.

Selain itu, intonasi orang Meksiko cenderung lebih lembut dan stabil, sedangkan penutur Spanyol dari Spanyol sering terdengar lebih cepat dan ekspresif. Meski begitu, perbedaan ini lebih ke gaya bicara, bukan perbedaan makna.

Kosakata yang Beda Tapi Masih Nyambung

Beberapa kata sehari-hari memang berbeda. Misalnya, kata untuk “mobil” bisa jadi coche di Spanyol, tapi carro atau auto di Meksiko. Untuk “komputer”, orang Spanyol sering bilang ordenador, sementara orang Meksiko lebih terbiasa dengan computadora.

Meski kosakatanya berbeda, konteks kalimat biasanya membantu pemahaman. Sama seperti perbedaan kata antara bahasa Indonesia formal dan bahasa sehari-hari, variasi ini jarang bikin komunikasi benar-benar terhambat.

Media dan Pop Culture Bikin Tetap Seragam

Film, musik, dan televisi punya peran besar dalam menjaga kesamaan bahasa. Banyak konten berbahasa Spanyol yang beredar lintas negara, dari telenovela Meksiko sampai film Spanyol. Hal ini membuat penutur terbiasa dengan variasi bahasa dari negara lain.

Akhirnya, meskipun ada perbedaan lokal, standar bahasa Spanyol tetap terasa seragam. Penutur Spanyol dari berbagai negara bisa menyesuaikan diri dengan cepat saat berkomunikasi.

Jadi, Sama atau Beda?

Bahasa Spanyol di Spanyol dan Meksiko pada dasarnya sama, tapi dengan “aksen” budaya yang berbeda. Mirip seperti bahasa Indonesia di Jakarta dan daerah lain, struktur dasarnya tetap, tapi cara mengucapkannya punya ciri khas masing-masing. Justru perbedaan kecil inilah yang bikin bahasa Spanyol terasa hidup dan kaya.Kalau kamu sedang belajar bahasa Spanyol, variasi ini nggak perlu bikin takut. Mau belajar versi Spanyol atau Meksiko, keduanya tetap saling terhubung dan bisa membuka pintu ke dunia berbahasa Spanyol yang luas. Cek artikel menarik lainnya di lenterabasa.com, ya!

© 2023 Lenterabasa