Follow Us:

Kok Bisa Ya Orang Korea Bisa Cepat Belajar Bahasa Jepang?

Pernah nggak kamu sadar kalau banyak orang Korea terlihat cepat menguasai bahasa Jepang? Mulai dari idol K-pop, aktor drama, sampai kreator konten, mereka sering terdengar cukup lancar berbicara bahasa Jepang dalam waktu yang relatif singkat. Padahal, bagi banyak orang asing, bahasa Jepang dikenal rumit dengan sistem tulisan dan struktur yang berbeda. Fenomena ini bukan kebetulan, tapi hasil dari kombinasi sejarah, struktur bahasa, dan kebiasaan belajar yang sudah terbentuk sejak lama.

1. Struktur Bahasa yang Punya Banyak Kemiripan

Bahasa Korea dan bahasa Jepang memang tidak berasal dari keluarga bahasa yang sama secara resmi, tapi keduanya punya kemiripan struktur yang cukup signifikan. Susunan kalimatnya sama-sama berpola subjek objek predikat, berbeda dengan bahasa Indonesia atau Inggris. Hal ini membuat penutur Korea tidak perlu banyak menyesuaikan cara berpikir saat belajar bahasa Jepang.

Selain itu, kedua bahasa sama-sama menggunakan partikel untuk menandai fungsi kata dalam kalimat. Konsep seperti ini sudah akrab di kepala penutur Korea, sehingga mereka bisa lebih cepat memahami tata bahasa Jepang tanpa merasa asing atau “ribet”.

2. Sistem Tingkat Kesopanan yang Mirip

Salah satu tantangan terbesar belajar bahasa Jepang adalah sistem keigo atau tingkat kesopanan. Menariknya, bahasa Korea juga punya sistem honorifik yang hampir serupa. Penutur Korea sudah terbiasa menyesuaikan bahasa berdasarkan usia, status sosial, dan situasi formal atau santai.

Karena itu, saat belajar bahasa Jepang, orang Korea tidak perlu belajar konsep kesopanan dari nol. Mereka hanya tinggal memetakan bentuk-bentuknya ke dalam bahasa Jepang. Ini memberi keuntungan besar dibanding penutur bahasa yang tidak mengenal sistem hierarki bahasa.

3. Paparan Budaya Jepang Sejak Dini

Di Korea Selatan, budaya Jepang cukup mudah diakses, terutama lewat manga, anime, film, dan musik. Banyak orang Korea sudah terbiasa mendengar bahasa Jepang sejak remaja, bahkan tanpa sadar. Paparan pasif ini membuat telinga mereka akrab dengan bunyi dan intonasi bahasa Jepang.

Ketika mulai belajar secara formal, mereka tidak memulai dari titik nol. Otak sudah mengenali pola suara, ritme, dan ekspresi umum. Ini membuat proses belajar terasa lebih cepat dan alami.

4. Sistem Pendidikan yang Disiplin dan Konsisten

Budaya belajar di Korea dikenal disiplin dan terstruktur. Banyak pelajar terbiasa menghafal, mengulang, dan berlatih secara konsisten. Metode ini sangat cocok untuk bahasa seperti Jepang yang menuntut ketekunan, terutama dalam menguasai kosakata dan tata bahasa.

Selain itu, banyak kursus bahasa Jepang di Korea yang dirancang khusus untuk penutur Korea. Materinya langsung menyesuaikan kesamaan dan perbedaan kedua bahasa, sehingga proses belajar jadi lebih efisien.

5. Motivasi Praktis dan Karier

Bahasa Jepang punya nilai praktis yang cukup tinggi di Korea. Banyak perusahaan Jepang beroperasi di Korea Selatan, dan kerja sama bisnis kedua negara cukup intens. Kemampuan bahasa Jepang membuka peluang kerja, studi, dan relasi profesional.

Motivasi yang jelas ini membuat proses belajar jadi lebih serius. Ketika tujuan sudah konkret, seperti karier atau pendidikan, kecepatan belajar biasanya ikut meningkat. Bahasa tidak lagi sekadar hobi, tapi alat yang dibutuhkan.

Pada akhirnya, cepat atau tidaknya seseorang belajar bahasa sangat dipengaruhi oleh latar belakang linguistik, budaya, dan motivasi. Orang Korea memiliki banyak keuntungan alami saat belajar bahasa Jepang, tapi bukan berarti penutur bahasa lain tidak bisa. Dengan strategi yang tepat dan paparan yang konsisten, siapa pun tetap bisa menguasai bahasa baru. Cek artikel lainnya di lenterabasa.com, ya!

© 2023 Lenterabasa